Limbah merupakan salah satu sampah-sampah masyarakat yang sudah dibuang atau tidak terpakai lagi, karenanya semakin banyak sampah yang dibuang maka akan semakin membuat lingkungan sekitar kita tercemar. Salah satu peluang usaha yang dapat mengurangi penumpukan sampah adalah dengan menggunakan limbah sebagai bahan dasar kerajinan baik kerajinan berbentuk bangun ruang maupun kerajinan lain yang dapat bernilai ekonomi. Contohnya pembuatan tempat tissue dari gelas-gelas bekas.
Tema : Membuat kerajinan Tempat tissue dari bahan limbah.
Bahan : 1) Gelas minuman bekas
2) pita kawat
3) tissue
Alat : 1) Gunting
2) Silet
3) Tang
Cara membuat
Dalam membuat kerajinan menggunakan bahan limbah seperti tempat tissue ini tidaklah terlalu sulit untuk dilakukan karena dilihat dari bahan yang mudah diperoleh yang berasal dari bahan limbah sehingga bukan hanya dapat dijadikan peluang usaha yang bernilai ekonomis tetapi sekaligus mengurangi penumpukan sampah pelastik yang saat ini menjadi permasalahan dimasyarakat indonesia. Meski tergolong mudah, proses pembuatan tempat tissue ini juga memiliki beberapa tahapan yaitu sebagai berikut:
1). Tahap pengumpulan bahan
Tahap
Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan bahan utama pembuatan tempat tissue yaitu gelas minuman bekas. Setelah terkumpul, gelas minuman bekas tersebut kemudian dibersihan dengan air. Sambil dicuci, gelas minuman dipotong menggunakan gunting dan silet untuk diambil mulut gelasnya lalu kemudian dipisahkan untuk direndam.
2). Tahap perendaman
Tahap perendaman ini dilakukan tergantung pada kondisi bahan. jika mulut gelas minuman yang dikumpulkan tidak terlalu kotor, maka tahap perendaman bisa dilakukan selama 5 jam dan paling lama 1 hari agar kotoran yang menempel pada mulut gelas minuman hilang dan bila perlu dapat juga direndam menggunakan air sabun.
3). Tahap pelilitan
Setelah tahap perendaman, tahap selanjutnya adalah tahap pelilitan. Tahap ini dilakukan dengan cara melilitkan pita kawat berukuran 1 meter atau lebih hingga menutupi semua bagian mulut gelas minuman. Setelah semua bagian tertutup, pita kawat kemudian dieratkan dengan cara mempertemukan kedua ujung kawat lalu putar kawat hingga menyatu menggunakan tang, lalu digunting jika selebihnya terlalu panjang.
4). Tahap pembentukan pola
Untuk Tahap pembentukan pola dalam pembuatan tempat tissue ini kita harus membuat satu bentuk pola yaitu berbentuk angka delapan yang tersusun dari dua warna pita kawat yang disatukan. Warna pita kawat dan pola yang digunakan disesuaikan dengan keinginan pembeli atau sesuai selera, tetapi jika ingin kelihatan lebih indah dapat digunakan dua warna berbeda untuk kemudian dibentuk polanya. pola angka delapan digunakan untuk sisi bagian samping dan atas(untuk penutup) dan pola lingkaran untuk dibagian alasnya.
5). Tahap pembuatan
Tahap terakhir setelah pembuatan pola yaitu tahap pembuatan tempat tissue dengan cara menyatukan semua pola lingkaran dan pola angka delapan menjadi satu hingga membentuk tempat tissue. Biasanya Untuk satu tempat tissue paseo dibutuhkan 10 pola angka delapan untuk ukuran panjang jadi untuk dua sisi di butuhkan 20 dan untuk lebarnya dibutuhkan 5. Jadi, untuk dua sisi bagian dibutuhkan 10 dan total kerangka badan tempat tissue 30 serta masing -masing 10 untuk bagian penutup, sisanya untuk bagian bawah alas. Bila kesulitan dalam membentuk ukuran sebaiknya sediakan tissue sebagai contoh atau cetakannya.







